Tips Mengajarkan Anak Tentang Manajemen Keuangan

Mengajarkan Anak Tentang Manajemen Keuangan

Sebagai orang tua dan pernah menjadi anak-anak pasti mengetahui perilaku anak Anda ketika mendapatkan uang. Mereka akan dengan gembira membelanjakan uang itu hingga habis kemudian meminta lagi pada Anda karena banyak sekali keinginan mereka yang masih belum terpenuhi.

Perilaku anak seperti itu memang tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena masa kecil merupakan waktu dimana seorang anak membutuhkan kegembiraan dan keceriaan untuk bersenang-senang. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting guna mendidik mereka sejak awal terutama soal hidup hemat.

Prinsip-prinsip manajemen keuangan bisa diterapkan kepada anak-anak sejak dini secara sederhana dan menyenangkan agar mereka termotivasi untuk melakukan hal itu atas dasar kesadaran diri sendiri. Kali ini kami memberikan beberapa tips yang bisa digunakan kepada anak tentang pengenalan pentingnya mengelola keuangan dengan baik.

Memulai Memberikan Pengertian Dasar

Cara sederhana yang bisa dipraktekan adalah dari saat Anda memberi mereka uang saku. Contoh gampang ajak anak ke sebuah toko yang menjual banyak produk seperti mainan. Dampingi mereka ketika terlihat sangat tertarik pada beberapa barang yang dijual disana.

Ketika sang anak sudah menjatuhkan pilihan mainan yang dimilikinya tanyalah apakah harga barang itu bisa dibeli dengan uang saku yang dimilikinya. Serta merta jika tidak mencukupi anak Anda akan meminta dibelikan bagaimanapun caranya agar bisa memiliki mainan tersebut.

Sebagai orang tua pasti akan menuruti kemauannya agar tidak membuat ulah merepotkan seperti merengek terus menerus bahkan sampai menangis untuk bertahan ditempat itu hingga keinginannya tercapai. Anda belikan mainan itu tapi dengan persyaratan bahwa uang jajannya akan dikurangi untuk mengembalikan uang yang dipergunakan untuk membeli mainan tersebut.

Teknik tawar menawar pada anak biasanya sering berhasil karena yang ada pada pikirannya yang penting apa yang diinginkannya bisa dibawa pulang. Cara tersebut mengajarkan anak bahwa keinginannya mempunyai konsekuensi tersendiri yang harus dijalani. Walaupun begitu nanti pada saat Anda memberikan uang saku yang berkurang jumlahnya sang anak pasti protes dan berusaha mempertahankan jumlah uang yang harus dia terima sama dengan yang kemarin-kemarin.

Ketegasan orang tua pada situasi seperti itu perlu ditekankan karena adalah suatu kewajaran memberikan pembelajaran pada anak. Tinggal penyampaiannya saja yang harus benar-benar bijaksana tanpa terkesan menyudutkan sehingga bisa mempengaruhi psikologis sang anak.

Menabung

Dari contoh kasus diatas kelanjutannya adalah memberikan solusi bagi anak untuk menyisihkan uang saku atau pemberian-pemberian lainnya untuk ditabung. Berikan suatu sugesti kepada anak Anda bahwa dengan menabung uang akan bertambah banyak dan kemudian bisa dibelanjakan untuk membeli mainan baru berikutnya. Tambahkan lagi dengan memiliki uang yang cukup untuk membeli barang yang diinginkan dan memberikan sendiri saat melakukan transaksi adalah pengalaman yang luar biasa menyenangkan.

Mengingat dunia anak-anak suka sekali hal-hal yang unik dan menarik maka tempat untuk menabung juga harus bisa berfungsi sebagai benda yang punya daya tarik lebih agar anak Anda secara ikhlas memasukkan sebagian uang jajannya disana. Celengan sekarang lebih mempunyai bentuk yang sangat bervarisasi beda dengan dibandingkan jaman dulu yang hanya dikenal celengan ayam. Belikan anak Anda celengan yang menarik, seperti celengan atm, binatang lucu, dan lainnya di toko-toko terdekat atau toko online.

Setelah celengan mereka penuh bisa juga di sugestikan untuk mengubah keinginan sebelumnya dengan yang lebih besar lagi sehingga Anda sebagai orang tua juga bisa mengajarkan serta mengenalkan mereka menyimpan uang yang sudah banyak itu dalam bentuk rekening bank.

Sekarang ini banyak sekali layanan bank yang dikhususkan untuk anak-anak dengan berbagai keuntungan yang menarik. Bahkan tidak hanya rekening tabungan saja, tetapi juga atm untuk anak, ini daya tarik tersendiri bagi anak karena bisa merasakan bagaimana mendapatkan uang untuk keperluan yang dibutuhkan melalui mesin atm.

0 Response to "Tips Mengajarkan Anak Tentang Manajemen Keuangan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel